Sabtu, 04 Desember 2010

Kain Kafan Mentutupku

by: Khoirul Taqwim

Malam gelap menjelang shubuh
Embun nampak mengguyur di sepanjang rona-rona alam
Melukis kitab tersirat arwah ghaibku
Tak dapat menghindar dari suratan takdir
Sampai aku menutup mata kala pagi itu

Keranda mayat tanpa roda terlihat
Mengoyak di dinding-dinding nafas ghaibku
Hilang rasa keduniawian yang bersifat kimiawi
Terganti alam baruku barzakh namanya
Diangkatlah ruhku setinggi langit membiru
Lalu di lemparlah jasadku dalam kubangan lumpur
Bersama cacing-cacing dan kelabang tanah
Jasadku sudah tergolek bersama kain kafan
Baju yang ku kenakan saat aku telah tiada

Kain kafan yang putih bersih
Bercampur lumpur menjadi hitam melekat
Badanku tak berdaya sama sekali
Namun dalam jiwaku selalu berusaha ikhlas selalu
Melepas ketiadaan jasad yang kupakai waktu itu
Saatnya menuju hari pengadilan ghaib
Antara aku dengan sang pencipta alam
Menebus segala dosa yang telah kulakukan
Selama aku ada di alam semesta

Aku pasrah pada Ilahi
Kemana kan di tempatkan ruhku
Saat maut menjemput raga
Hingga aku terbungkus kain kafan
Badanku saket tak karuan
Saat di cabut ruhku dalam jasad
Namun aku ikhlas hadapi semua yang ada
Bersama kain kafan yang setia menutupku

Jumat, 03 Desember 2010

Zaman Tak Waras Memahami Islam

by: Khoirul Taqwim

Tolong bagi yang membaca kalau mental belum tertata rapi dan emosi tidak terkendali saya sarankan hati-hati membaca tulisan ini, karena malah nanti anda terjerumus dalam berita ghaib yang membuat anda bingung, tetapi bagi yang sudah siap mental silahkan membaca sampai selesai.

Melihat gonjang-ganjeng zaman yang kian terasa dalam kehidupan manusia, ternyata Islam di hadapkan beragam permasalah yang di perlukan jawaban yang tepat dan arif dalam menyikapi kehidupan yang kian terasa menyengat dalam kehidupan masyarakat, sehingga memunculkan multi tafsir tentang Islam itu sendiri.

Sebagian ada yang ngotot Islam harus tetap di sesuaikan dengan ajaran di zaman kenabian dengan ajaran murninya, tetapi di sisi lain ada yang ingin di sesuaikan dengan zaman yang kian kurang waras saat ini, berangkat dari situ tentu akan menimbulkan pertanyaan apakah Islam harus mengikuti zaman yang tidak waras?...pertanyaan di atas membuat kita berpikir kenapa ajaran Islam harus mengikuti zaman saat ini, kalau mengikuti zaman yang waras tentunya bisa di terima, tetapi kalau mengikuti zaman yang tidak waras ini yang menjadi persoalan, sebab manusia itu beragam dalam memahami permasalahan.

Kenapa saya mengatakan zaman yang tidak waras?....Melihat dari beragam kejadian tentang pelaku umat manusia yang kian jauh dari nilai-nilai Islam, seperti keadilan, persamaan, kasih sayang dan masih banyak lagi nilai-nilai yang ada dalam ajaran Islam, tetapi dalam fakta di lapangan di langgar nilai-nilai Islam tersebut seperti terjadi masalah korupsi, pembunuhan dan masih banyak lagi yang ada dalam fenomena kehidupan.

Kalau dalam bahasa jawa ada istilah yang mengatakan kita sudah memasuki zaman edan nah gah meloh edan zo ra keduman, bahasa jawa ini menggelitik untuk di tafsiri zaman yang semakin semrawut dengan tingkat permasalahan yang begitu kompleks, sehingga antara sesat dan tidak sesat terkadang sulit membedakan, walaupun terkadang hati nurani tahu ini sesat apa tidak, tetapi ternyata akal terkadang yang sudah membuat jiwa ini tertutup antara sesat dan tidak sesat.

Melihat zaman yang semakin kacau balau apakah Islam harus di paksakan dengan zaman yang tidak waras?...pertanyaan di atas menjadi tantangan besar bagi seluruh umat Islam yang ingin memahami Islam melalui multi tafsir, sebab kalau tidak dengan cermat dan hati-hati tentu akan terjadi kerusakan yang malah membuat kacau tidak bersifat konstrukrif, tetapi yang ada malah bersifat destruktif di segala aspek kehidupan beragama.

Pertanyaan muncul kembali dalam pikiran, bagaimana aksiologi Islam apabila di paksakan mengikuti zaman yang tidak waras?....kalau secara aksiologi tentu Islam akan tetap berdiri tegak walau di tempatkan di wilayah manapun berada, tetapi yang menjadi persoalan pelaku yang memahami Islam di zaman yang tidak waras ini akan menjadi apa?..kalau kita melihat dari sisi positif tentu ini merupakan zaman yang menjadi tantangan umat Islam untuk berpikir kreatif dan inovatif dan tetap pada jalur nilai-nilai Islam yang sudah ada. Namun kalau di lihat dari sisi negatif tentu akan terbawa ajaran yang jauh dari apa yang terkandung dalam nilai-nilai Islam itu sendiri.

Tulisan di atas saya tutup biarlah zaman yang kurang waras, tetapi hati dan pikiran kita semoga saja akan terus dapat mengeja dengan waras dan sesuai dengan tujuan dalam diri kita masing-masing dalam menyikapi persoalan maupun memahami beragam permasalahan yang ada dalam kehidupan masyarakat.

Wallahu a'lam bisshowab..............

Kematian Sebuah Kenyataan

by: Khoirul Taqwim

Kematian adalah alamku yang kian mendekat kurasa
Sampai diri tak tahan menjemput malam yang kian lari kencang
Kearah alam bawah sadarku yang terasa hening dan senyap
Mewabah ke jantung relung hati yang merasuk

Kematian adalah suara ghaib yang kian melekat
Mewabah kejantung dan jiwa mendekap
Mengarah ke sepanjang jalan arus nan waktu
melambai kebisingan jauh melanda

Alam kematian adalah kehadiran
Setiap insan kan terbawa melayang terasa
Sampai di penghujung waktu kan tiba
Tiada yang dapat menghindar dari kejaran maut
Sebab kematian selalu melambai setiap detik

Setiap tarikan nafas adalah ancaman kematian
Hematlah nafasmu jika ingin lari
Tetapi kematian kan tetap menemukanmu
Walau di kau ada di jembatan atau di gedung bertingkat
Kematian kan tetap jadi sebuah kenyataan

Perasaan Jiwa

by: Khoirul Taqwim

Perasaan jiwa mulai kaku membilu
Membenamkan seluruh angan-angan yang kian jauh dari harap
Merasuk kesegala jantung hayal yang tak tersampaikan
Sampai daku melayang ke bah samudra jiwa
Menepis ke segala salah kilaf yang ada

Jiwaku rancu
Membuat daku kian terjerumus ke alam pikir
Benar ini penyakit jiwa yang kian ada dalam benak
Sulit memahami tentang kisah yang jauh dari akal
Sampai buat daku terjerembab bahasa yang benar dangkal

Perasaan jiwa yang kian kering
Terhapus sudah pada alam pikir
Menerawang ke angkasa jauh nan luas
Menghinggap dalam benih jiwa yang terasa
Sampai tak tahan apa itu rasa

Perasaan jiwa adalah sebuah getaran rasa
Mewabah ke sukma derita yang jauh terperosok arah

Kamis, 02 Desember 2010

Mengatasi Islam Sesat

by: Khoirul Taqwim

Peringatan buat para pembaca untuk selalu benar-benar siap jiwa maupun pikiran dalam menerima tulisan ghaib ini, karena yang di khawatirkan nanti akan terbawa ke dalam arus yang malah membuat bingung. Sebab ini sebatas berita yang masih di alam abstrak, untuk itu saya harapkan secepat mungkin tarik nafas sedalam-dalamnya, agar dalam memahami berita ghaib tidak terbawa alam yang penuh pertanyaan dan jawaban yang tidak memuaskan.

Membaca tulisan yang masih berputar di alam bawah sadar ini, penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari bahasa ilmiah, tetapi paling tidak dapat membuat kita tersenyum atau barang kali membuat kita cemberut, agar dalam diri kita terdapat beragam warna yang menghasilkan sentuhan-sentuhan yang bisa kita nikmati dalam menjalani hidup yang semakin beragam di tengah-tegah kehidupan masyarakat.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang mengatasi Islam sesat, terlebih dahulu secara bijak apabila kita bertanya dulu kenapa ada Islam sesat?….pertanyaan di atas mengusik pikiran kita sebab di butuhkan jawaban dalam memahami dan menafsirkan dalam wilayah kesesatan seseorang, apalagi kita mengetahui bahwa dalam diri manusia punya beragam persoalan yang kompleks, sehingga muncul sebuah kesesatan yang dimiliki manusia dalam memahami dan menafsirkan Islam.

Muncul tentang Islam sesat tidak lepas dari kejiwaan seseorang maupun pikiran seseorang dalam memahami secara memaksakan diri sesuai dengan kebutuhan individu tanpa melihat apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, berakar dari pemahaman dan penafsiran yang jauh dari substansi agama Islam yang berlandaskan sesuai dengan ajaran yang di bawa nabi Muhammad, dari situlah timbul benih-benih kesesatan yang tidak dapat di hindarkan, sebab sebagai manusia tentu sangat menyadari bahwa kita sangat lemah memahami apa itu Islam, sehingga terkadang kesesatan itu muncul dalam diri seseorang dengan berakar ketidak tahuan secara lengkap tentang Islam itu sendiri, kalau mungkin mengetahui itu hanya sebatas secara sepotong-sepotong tentang ajaran Islam, tetapi sudah menyimpulkan yang membikin seseorang menuju ketersesatan dalam memahami Islam.

Dari pertanyaan di atas muncul pertanyaan lagi apakah boleh Islam sesat itu ada?…..Sebenarrnya pemahaman Islam sesat sudah sejak zaman kenabian sudah ada, mulai dari nabi palsu sampai orang murtad yang keluar dari jalur ajaran Islam. Menanggapi pertanyaan boleh apa tidak Islam sesat kalau di lihat dari agama Islam tentu itu merupakan salah satu bentuk peghujatan yang harus di hentikan sesegera mungkin, tetapi kalau di lihat dari sisi lain itu semua di serahkan pada Individu mau pilih sesat atau tidak, perlu di ingat juga selain kebebasan individu ada juga kebebasan sosial dalam menafsirkan boleh apa tidak Islam sesat itu ada, sebab terkadang individu mengatakan boleh, tetapi masyarakat mengatakan tidak boleh. Disinilah di perlukan bentuk tepa selira (tenggang rasa) dalam hidup bermasyarakat dan tentu tidak boleh semaunya sendiri, karena lingkungan tidak hanya di miliki secara individu, namun milik seluruh masyarakat yang hidup dalam lingkungan tersebut.

Kembali lagi ke pertanyaan apakah Islam sesat itu termasuk Islam atau bukan?…Kalau di analisa secara sederhana nama sesat sudah keluar dari ajaran Islam, berarti tidak termasuk dalam wadah Islam, tetapi kalau di lihat dari sisi lain Islam sesat merupakan wajah Islam yang pemahaman dan penafsirannya di luar ajaran Islam yang berlaku secara normatif.

Muncul lagi pertanyaan bahwa Islam sesat itu punya tujuan apa tidak?…Kalau di lihat dari ajaran tentu mempunyai tujuan merusak Islam atau mungkin tujuan berbentuk lain, tetapi kalau di lihat dari sudut yang berbeda mungkin bisa saja secara alamiah muncul dengan sendirinya tentang Islam sesat dalam diri seseorang dalam memahami tentang keislaman tanpa tujuan hanya sebatas gerak alam bawah sadar.

Pertanyaan yang terakhir adalah bagaimana cara mengatasi Islam sesat?…Terlebih dahulu kita tinjau dari psikis seseorang apakah dia sudah mengidap sakit jiwa atau dia sebenarnya waras dan sadar apa yang dia perbuat, maka di perlukan obat yang mujarab untuk mengobatinya.

Kalau jiwa yang sakit maka secepatnya pergi kedokter jiwa minta di antar teman atau keluarga, syukur-syukur bisa datang sendiri dan memberi tahu apa sebab musabab sampai bisa sedemikian rupa penyakit yang di alami seseorang dalam memahami dan menafsirkan Islam, tetapi kalau penyebab di karenakan Iman yang tipis mungkin belajar ke seseorang yang pandai tentang ilmu agama Islam yang benar, agar mendapatkan pencerahan batin dan ketenangan jiwa.

Penyakit ajaran Islam sesat ini kalau terjadi di karenakan terkena sebangsa makhluk halus bisa jin atau syetan, secepatnya pergi ke orang pandai yang mengetahui tentang penyakit yang sedang di alami sang pasien, agar rasa sakit yang di alami secepat mungkin bisa sembuh.

Selanjutnya apabila yang sakit karena fisik yang mengakibatkan menjadi Islam sesat, secepatnya pergi kedokter dan minta obat penyembuhan rasa sakit fisik, sebab bisa saja rasa sakit yang di alami seseorang yang punya pandangan Islam sesat di karenakan telah terjadi kehilangan otak yang dimiliki atau mungkin bisa juga karena otak tinggal separuh, Dari beberapa kemungkinan tadi mungkin juga ada organ-organ tubuh yang tidak berjalan dengan wajar, sehingga menimbulkan kesesatan dalam memahami Islam.

Ngawur Memahami Islam

by: Khoirul Taqwim

Bisikan berita ghaib ini jangan terlalu di besarkan-besarkan, sebab kita sudah memasuki era zaman yang kurang waras, karena itu di tata dulu pikiran dan jiwa kita agar selalu sehat dalam memahami persoalan, sehingga memunculkan pencerahan jiwa maupun pikiran dalam memahami permasalahan dengan bijak dan berada dalam wilayah yang sehat.

Pada saat membaca tulisan ini kalau bisa dengan santai sambil minum kopi, agar pikiran kita tidak terlalu panas dan ikut-ikutan zaman yang kurang waras, apalagi diperdebatkan yang menjadi debat kusir, sebab ini hanya sebatas bisikan ghaib jangan di buat yang tidak-tidak, tetapi di buat saja dalam wajah oke-oke saja.

Silahkan di baca.....

Gejala ngawur dalam memahami Islam begitu marak saat ini, sehingga kita terkadang sering menemukan pemikiran nyleneh dan terkadang jauh dari apa yang dituduhkan tentang Islam sebenarnya. Peristiwa itu merupakan sesuatu yang sangat memprihatinkan bagi umat Islam, Lalu yang menjadi pertanyaan adalah kenapa ada orang yang ngawur dalam Memahami Islam?...Menjawab pertanyaan ini butuh psikolog agar tahu kenapa dan bagaimana itu bisa terjadi, padahal Islam itu hakikat sebenarnya satu yaitu: suatu ajaran yang di ajarkan nabi Muhammad, namun dalam kenyataannya Islam saat ini telah terjadi pemahaman yang begitu kompleks, ada yang masih bersandarkan wahyu, tetapi ada juga yang sudah membelokkan berdasarkan akal, sehingga dapat di tebak dengan beragam analisa dan pemahaman yang berbeda dalam kehidupan manusia timbullah pikiran yang masih wajar, tetapi ada pula pikiran yang sudah ngawur jauh dari apa yang di maksud Islam itu sendiri.

Pikiran yang ngawur itu terkadang menggelitk bagi orang yang memahami bahwa Islam itu adalah kebenaran dan sekaligus petunjuk bagi umat Islam. tetapi ternyata ada pemikiran yang cenderung memojokkan sehingga mengandung bahasa ngawur seperti Islam itu tolol, Islam Itu teroris, Islam itu bodoh, islam itu pembunuh dan masih banyak lagi bahasa yang ngawur dalam kehidupan manusia yang terus bertanya-tanya tentang Islam dan menjawab Islam secara serampangan jauh dari apa itu islam sebenarnya.

Melihat dari tulisan di atas mengenai ngawur memahami Islam, memunculkan pertanyaan lagi kalau ada manusia yang punya pikiran demikian apa pikirannya sudah tidak waras?...Pertanyaan di atas menggelitik untuk di jawab, kemungkinan butuh psikiater yang menangani kejiwaan kalau menemui orang seperti ini tentang mempertanyakan kewarasan orang tersebut, kalau di lihat dari pikirannya dalam memahami Islam jelaslah tidak waras, tetapi kalau di lihat dari sisi lain mungkin juga waras karena dengan menghujat dia akan terkenal dan mendapat raup untung dengan kepopuleran yang dimiliki, sebab dia punya pikiran yang antik dan unik dalam memahami Islam tentang apa yang dia maksud dalam pikirannya.

Penulis sangat menyadari bahwa gejala kurang sehat dalam berpikir mewabah dalam kenidupan keseharian manusia saat ini, berangkat dari situ terjadilah pemikiran mulai dari yang sangat sederhana sampai yang sulit di cerna akal, berdasarkan dari situ pula kemungkinan terjadi adanya fenomena ngawur dalam memahami Islam sebagai bentuk jawaban pikiran yang tidak sehat, sehingga dengan pikiran yang lagi saket mengganggu manusia dalam memahami persoalan baik mulai dari agama, sosial, budaya, ekonomi dan masih banyak lagi yang jadi korban pemahaman ngawur pada saat manusia itu lagi saket jiwanya.

Pertanyaan terbesar muncul bagaimana cara mengobati manusia yang ngawur dalam memahami Islam?...berangkat dari pertanyaan itu di butuhkan pemikiran yang cerdas dan sehat, kalau ada orang yang ngawur dalam memahami Islam kemungkinan harus di beri obat penenang jiwa atau penenang akal, agar seseorang yang saket dalam memahami tentang Islam yang ngawur tadi dapat sehat kembali dan bergairah lagi untuk berpikir positif tentang keislaman.

Terima kasih sudah mau membaca..........

Rabu, 01 Desember 2010

Fenomena Menghujat Islam

by: Khoirul Taqwim

Sebelum membaca tulisan ini penulis mengajak kepada sahabat-sahabat dan para pembaca untuk melonggarkan pikiran maupun jiwa terlebih dahulu, agar dalam memahami berita ghaib ini kita dapat lebih nyaman tidak terlalu tegang dan merasa di sudutkan, tetapi kita dapat berjalan bersama dalam satu proses berusaha membangun jiwa dan pikiran kita sebisa mungkin tanpa embel-embel kepentingan terselubung.

Melihat dari perjalanan sejarah Islam permasalahan penghujatan sejak dahulu sudah ada, untuk itu jangan kaget bagi umat Islam kalau ada sebagian pikiran manusia yang punya pandangan ekstrim tentang Islam, bahkan penulis mengakui sejak awal mula nabi Muhammad menyebarkan ajaran Islam itu sudah terjadi penghujatan yang begitu dahsyat, kalau di lihat konteks sejarah ternyata penghujatan Islam itu lebih parah di zaman dahulu kala pada waktu nabi turun. Lalu yang menjadi pertanyaan besar apakah menghujat Islam itu salah atau benar?……….Dari pertanyaan itu diperlukan pemahaman tentang hak individu dan hak sosial, agar seimbang dalam menafsirkan suatu permasalahan, karena bagaimanapun juga hakikat manusia itu sebagai makhluk individu dan ternyata juga sebagai makhluk sosial.

Beberapa hari ini kita sering mendengarkan lewat diskusi maupun lewat dunia tulis menulis tentang penghujatan Islam, sebenarnya ada apa dengan fenomena ini?….pertanyaan ini muncul dalam benak penulis, sehingga menimbulkan pertayaan-pertanyaan dan juga berbagai jawaban, apa memang sudah sedemikian parahnya Islam sehingga mereka melakukan penghujatan habis-habisan, bahkan sang penghujat Islam seolah-olah apa yang di lontarkan itu adalah sebuah kebenaran, walau hanya tahu dari ajaran Islam secara sepotong-sepotong tidak komprehensif, tetapi mereka sudah berani menyimpulkan tentang Islam dengan berbagai wajah yang menghujat. Inilah fenomena yang sangat ironis dan menghasilkan sebuah kritik destruktif.

Di era kebebasan berpendapat ini seorang sebebas-bebasnnya mengkritik maupun menghujat apa benar seperti itu?….tetapi kalau penulis mengamati sebaiknya ada namanya kebebasan yang di warnai semangat tanggung jawab penuh dalam melakukan penafsiran dan pemahaman, baik masalah sosial, budaya maupun agama dengan mengangkat tepa selira (tenggang rasa) sebagai warna memahami persoalan yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Menghujat Islam mulai dari perkataan Islam adalah teroris, Islam adalah umat yang gampang marah, Islam adalah tolol atau bentuk-bentuk gambaran lainnya. Berangkat dari situ ada pertanyaan salahkah mereka dengan pemikiran seperti itu?…kalau hemat penulis seharusnya kita sebagai manusia mengedepankan hak sosial tanpa mengingkari hak Individu dalam mengamati suatu permasalahan, bahkan hak sosial seharusnya di tempatkan terlebih dahulu dengan mengangkat nilai tepa selira sebagai bentuk pemahaman dan penafsiran.

Dengan adanya hak sosial merupakan jalan kewajiban sebagai manusia dalam menjalankan keberagaman kehidupan masyarakat, tetapi kalau hak sosial di langgar sudah dapat di pastikan yang ada akan Muncul gesekan, bahkan tidak dapat terhindarkan perang sebagai bentuk jawaban atas pelanggaran sosial.

Pelanggaran hak sosial akan menjadi pemicu konflik baik di wilayah teoritis, bahkan yang lebih berbahaya konflik di wilayah praktis dan tidak dapat di redam kalau tingkat arus bawah sudah tidak terkendalikan dengan adanya penghujatan yang melanggar hak sosial, maka perang atas nama Islam atau atas nama kepercayaan selain Islam akan bergejolak dan membawa perang keyakinan.

Pelanggaran hak sosial sangat berbahaya di banding pelanggaran individu, karena kalau sudah mencakup penghujatan Islam berarti ada pelanggaran sosial dari situ nanti akan ada benih kebencian satu sama lain, sehingga benturan keyakinan akan membawa pecahnya perang yang tidak hanya bersifat individu, namun akan terjadi di wilayah sosial yang tentunya sangat membahayakan kerukunan umat manusia.